E-COMMERCE

PENERAPAN E-COMMERCE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN
PERSAINGAN BISNIS PERUSAHAAN
Oleh:
Luciana Spica Almilia, S.E., M.Si.
Lidia Robahi, S.E.
STIE Perbanas Surabaya
http://spicaalmilia.files.wordpress.com/2007/03/artikel-penelitian-penerapan-e-comerce.pdf

sumber : google
Abstrak:
Penggunaan e-commerce di Indonesia masih sangat terbatas. Berdasarkan survey
awal masih relatif sedikit perusahaan yang menggunakan e-commerce sebagai sarana
untuk kepentingan bisnis. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikaji tentang motif
serta manfaat yang dirasakan oleh perusahaan yang telah menerapkan penggunaan ecommerce
dalam kepentingan bisnis. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh
gambaran yang jelas tentang motif perusahaan dalam menggunakan e-commerce.
Temuan ini sangat penting terutama dalam upaya memberikan informasi yang lebih jelas
tentang dasar pertimbangan dalam menggunakan e-commerce dan memanfaatkannya
sebagai sarana keunggulan bersaing.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa perusahaan sebagai obyek
penelitian, yang merupakan perusahaan yang sudah menggunakan layanan e-commerce
yang targetnya langsung kepada konsumen dimana perusahaan yang peneliti teliti
tersebar di kota kota besar di Indonesia. Adapun sampel dari penelitian ini adalah
sebanyak 27 perusahaan yang bergerak dibidang Jasa dan Dagang dengan kisaran tingkat
omzet perusahaan perbulan adalah sebesar 10 juta sampai dengan 100 juta.
Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya,
maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : Berdasarkan analisis deskriptif faktor
motif dapat disimpulkan bahwa faktor yang melandasi perusahaan terdorong
menggunakan e-commerce terdiri dari enam faktor yaitu yang menjadi harapan tertinggi
bagi para perusahaan ketika ingin menerapkan e-commerce : Mengakses Pasar global
sebesar 56%, Mempromosikan produk sebesar 63%, Membangun Merk sebesar 56%,
Mendekatkan dengan pelanggan sebesar 74%, Membantu komunikasi lebih cepat dengan
pelanggan sebesar 63% dan Memuaskan pelanggan sebesar 56%. Dan berdasarkan
analisis yang kedua yaitu analisis deskritpif faktor manfaat yang diperoleh perusahaan
dengan adanya penerapan e-commerce terdiri dari dua faktor yaitu yang menjadi manfaat
terbesar perusahaan setelah menerapkan e-commerce yaitu Kepuasan konsumen sebesar
74% dan Keunggulan bersaing sebesar 81%.

LATAR BELAKANG PENELITIAN

Sejalan dengan cepatnya perkembangan bidang teknologi, perusahaan-perusahaan
makin dipacu untuk menggunakan teknologi yang maju sebagai senjata untuk tetap
survive dan memenangkan persaingan yang kian hari terasa ketat dan keras. Akhir-akhir
ini penggunaan internet yang menjurus kepada cyberspace kelihatannya akan
mendominasi seluruh kegiatan di atas permukaan bumi di masa kini dan masa datang dan
secara umum akan berubah menjadi alat untuk persaingan antara perusahaan yang satu
dengan yang lainnya. Ini pun akan membawa dampak yang sangat besar bagi setiap
perusahaan. Dampak pada aspek persaingan adalah terbentuknya tingkat kompetisi yang
semakin tajam. Globalisasi ekonomi juga membuat perubahan menjadi konstan, pesat,
radikal, serentak, dan pervasif. Sehingga perusahaan harus memiliki kemampuan yang
cepat untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi sehingga perusahaan akan
mampu bersaing dengan para kompetitornya.
Penggunaan teknologi diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap
dunia bisnis yang kompetitif tersebut. Perusahaan yang mampu bersaing dalam kompetisi
tersebut adalah perusahaan yang mampu mengimplementasikan teknologi ke dalam
perusahaannya. Salah satu jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan
persaingan bisnis dan penjualan produk produk adalah dengan menggunakan electronic
commerce (e-commerce) untuk memasarkan berbagai macam produk atau jasa, baik
dalam bentuk fisik maupun digital. Dalam penggunaan teknologi tersebut, berbagai pihak
yang terkait dengan perusahaan seperti investor, konsumen, pemerintah akan ikut
berperan.
Penggunaan internet telah mengalami perkembangan yang luar biasa di bidang
bisnis terutama pada perusahaan skala besar. Sejak ditemukannya teknologi internet
tersebut pada tahun 1990-an penggunaannya meluas karena dipandang memberikan
manfaat yang sangat besar bagi kelancaran proses-proses bisnis.
Motif serta manfaat e-commerce dalam meningkatkan pelayanan terhadap
pelanggan serta meningkatkan daya saing perusahaan dalam hal ini menjadi sudut
pandang dari penulis yang dijadikan sebagai obyek dalam penelitian ini. Melihat
kenyataan tersebut, maka penerapan teknologi e-commerce merupakan salah satu faktor
yang penting untuk menunjang keberhasilan suatu produk dari sebuah perusahaan. Untuk
mempercepat dan meningkatkan penjualan cepat maka dengan melihat perkembangan
teknologi informasi yang sangat pesat tersebut kita dapat memanfaatkan suatu layanan
secara on-line yang berupa e-commerce. Selama ini, sistem penjualan dari pelanggan
yang digunakan oleh perusahaan hanya bersifat secara tertulis dan manual, yang tidak
jarang cenderung menyesatkan. Dengan adanya layanan jasa berupa e-commerce yang
dapat secara cepat dapat dinikmati oleh pelanggan maupun perusahaan sendiri maka
segala layanan yang diinginkan oleh para pelanggan dapat segera ditindak lanjuti dengan
secepat mungkin, sehingga perusahaan tersebut akan mampu memberikan pelayanan
yang terbaik dan tercepat bagi para pelanggan.
Selama ini juga pelanggan yang ingin membeli suatu produk diharuskan untuk
mendatangi tempat dari penjual produk sendiri dan hal itu sangatlah tidak efisien bagi
para pelanggan yang mempunyai kesibukan kesibukan yang sangat padat sekali. Dengan
adanya layanan electronic commerce (e-commerce) ini maka pelanggan dapat mengakses
serta melakukan pesanan dari berbagai tempat. Dengan adanya era teknologi yang
canggih saat ini para pelanggan yang ingin mengakses e-commerce tidak harus berada di
suatu tempat, hal itu dikarenakan di kota kota besar di Indonesia telah banyak tempat
tempat yang menyediakan suatu fasilitas akses internet hanya dengan menggunakan
laptop/notebook ataupun dengan Personal Digital Assistant (PDA) dengan menggunakan
teknologi wifi. Maka dari itu saat sekarang sangat diperlukan dan diminati perusahaanperusahaan
yang menerapkan layanan e-commerce.
Penggunaan e-commerce di Indonesia masih sangat terbatas. Berdasarkan survey
awal masih relatif sedikit perusahaan yang menggunakan e-commerce sebagai sarana
untuk kepentingan bisnis. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikaji tentang motif
serta manfaat yang dirasakan oleh perusahaan yang telah menerapkan penggunaan ecommerce
dalam kepentingan bisnis. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh
gambaran yang jelas tentang motif perusahaan dalam menggunakan e-commerce.
Temuan ini sangat penting terutama dalam upaya memberikan informasi yang lebih jelas
tentang dasar pertimbangan dalam menggunakan e-commerce dan memanfaatkannya
sebagai sarana keunggulan bersaing. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa
perusahaan sebagai obyek penelitian, yang merupakan perusahaan yang sudah
menggunakan layanan e-commerce yang targetnya langsung kepada konsumen dimana
perusahaan yang peneliti teliti tersebar di kota kota besar di Indonesia. Sedangkan tujuan
dari penelitian ini adalah: Motif – motif apa sajakah yang mendorong perusahaan
menggunakan e-commerce dalam kepentingan bisnis dan Manfaat – manfaat apa sajakah
yang telah diperoleh jika perusahaan telah menerapkan e-commerce dalam kepentingan
bisnis mereka.

KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

Electronic Commerce
Electronic Commerce (e-commerce) merupakan konsep baru yang bias
digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet
(Shim, Quershi, Siegel, Siegel, 2000 dalam buku M. Suyanto, 11, 2003) atau proses jual
beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk
internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000 dalam buku M. Suyanto,11,2003).
Sedangkan menurut Kalakota dan Whinston (1997) dalam buku M. Suyanto (2003)
mendefinisikan e-commerce dari beberapa perspektif berikut :

1. Perspektif Komunikasi : e-commerce merupakan pengiriman indormasi,
produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan computer atau
sarana eletronik lainnya.

2. Perspektif Proses Bisnis : e-commerce merupakan aplikasi teknologi
menuju otomisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.

3. Perspektif Layanan: e-commerce merupakan salah satu alat yang memenuhi
keinginan perusahaan, konsumen dan manajemen dalam memangkas service cost
ketika meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.

4. Perspektif Online: e-commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan
informasi di internet dan jasa online lainnya.
Penggolongan e-commerce yang lazim dilakukan orang ialah berdasarkan sifat
transaksinya. Menurut M. Suyanto (2003) tipe-tipe berikut segera bisa dibedakan :
1. Business to business (B2B)
2. Business to Consumer (B2C)
3. Consumer to Consumer (C2C)
4. Consumer to Business (C2B)
5. Non Business e-Commerce
6. Intrabusiness (Organizational) e-Commerce

Manfaat yang dapat diperoleh dari e-commerce bagi organisasi menurut M. Suyanto
(2003) adalah :

1. Memperluas market place hingga ke pasar nasional dan international.
2. Menurunkan biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, penyimpanan dan
pencarian informasi yang menggunakan kertas.
3. Memungkinkan pengurangan inventory dan overhead dengan menyederhanakan
supply chain dan management tipe “pull”.
4. Mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa.
5. Mendukung upaya-upaya business process reengineering.
6. Memperkecil biaya telekomunikasi – internet lebih murah dibanding VAN.
7. Akses informasi lebih cepat

Selain mempunyai manfaat bagi perusahaan, menurut M. Suyanto (2003) ecommerce
juga mempunyai manfaat bagi konsumen, yaitu :

1. Memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama
24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi dengan menggunakan
fasilitas Wi-Fi.
2. Memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan.
3. Pengiriman menjadi sangat cepat.
4. Pelanggan bisa menerima informasi yang relevan secara detail dalam hitungan
detik, bukan lagi hari atau minggu.
5. Memberi tempat bagi para pelanggan lain di electronic community dan bertukar
pikiran serta pengalaman.
6. Memudahkan persaingan yang ada pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara
Substansial.

Menurut M. Suyanto (2003) selain manfaat terhadap organisasi, konsumen ecommerce
juga mempunyai manfaat bagi masyarakat, antara lain :

1. Memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak harus keluar rumah
untuk berbelanja. Ini berakibat menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta
mengurangi polusi udara.
2. Memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah.
3. Memungkinkan orang di negara-negara dunia ketiga dan wilayah pedesaan untuk
menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa ecommerce.

Penggunaan dan manfaat e-commerce dalam bisnis
Manfaat yang dirasakan perusahaan khususnya untuk kepentingan pelanggan
memperlihatkan bahwa e-commerce dapat memberikan manfaat :

1. Mendapatkan pelanggan baru. Studi yang menyebutkan bahwa manfaat
penggunaan e-commerce dalam bisnis adalah mendapatkan pelanggan baru
dikemukakan oleh Hamill dan Gregory, 1997 dan Swatman, 1999 serta Hoffman
dan Novak, 2000. Digunakannya e-commerce memungkinkan perusahaan tersebut
mendapatkan pelanggan baru baik itu yang berasal dari pasar domestik maupun
pasar luar negeri.
2. Menarik konsumen untuk tetap bertahan. Studi yang dilakukan oleh Daniel &
Storey, 1997 di industri perbakan menemukan bahwa dengan adanya layanan ebanking
membuat nasabah tidak berpindah ke bank lain. Selain itu bank juga akan
mendapatkan pelanggan baru yang berasal dari bank-bank yang bertahan dengan
teknologi lama.
3. Meningkatkan mutu layanan. Dengan adanya e-commerce memungkinkan
perusahaan dapat meningkatkan layanan dengan melakukan interkasi yang lebih
personal sehingga dapat memberikan informasinya sesuai dengan apa yang
diinginkan oleh konsumen. Studi yang menyebutkan bahwa penggunaan ecommerce
dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu layanan ini dikemukakan
oleh Gosh, 1998
4. Melayani konsumen tanpa batas waktu. Studi yang dilakukan oleh Daniel &
Storey, 1997 menemukan bahwa adanya pelanggan dapat melakukan transaksi dan
memanfaatkan layanan suatu perusahaan tanpa harus terikat dengan waktu tutup
ataupun buka dari suatu perusahaan tersebut.

HASIL PENELITIAN
Berikut akan dikemukakan hasil temuan di lapangan yang diperoleh mengenai
sample penelitian yang meliputi : Omzet, bidang usaha, wilayah penjualan, tahun
penggunaan e-commerce, penggunaan internet pada bisnis serupa, sumber daya yang
harus dipersiapkan, hambatan serta kendala, manfaat penerapan e-commerce, biaya yang
dikeluarkan untuk e-commerce, korelasi biaya pengadaan e-commerce.
Omzet
Omzet yang dimaksud dalam penelitian ini adalah omzet penjualan yang berhasil
diperoleh perusahaan per bulan. Dari 27 perusahaan (sample penelitian dapat dilihat pada
lampiran 1). Sebanyak 4 perusahaan tidak merespon atau tidak memberikan jawaban. Hal
ini dimungkinkan karena omzet penjualan adalah data pribadi dari perusahaan itu sendiri
dan untuk dikonsumsi dari kalangan internal. Hasil selengkapnya tentang omzet
penjualan dapat dilihat pada tabel 1 dan gambar 1.
Tabel 1
Omzet Penjualan Perusahaan
Omzet/bulan (dlm
Rp)
Jumlah %
10-45 juta 16 59
46-100 juta 7 26
Tidak Menjawab 4 15
Total 27 10 0
Gambar 1
Omzet Penjualan Perusahaan
Presentase tertinggi adalah responden yang omzet penjualannya berkisar antara
10.000.000 sampai dengan 45.000.000 59 % sedangkan presentase yang terendah adalah
dengan omzet penjualan berkisar antara 46.000.000 sampai dengan 100.000.000 yaitu
sebesar 26% sedangkan yang tidak menjawab sebesar 15%.
15%
59%
26%
Tidak Menjwb
10-45 juta
46-100 juta
Bidang Usaha
Jasa
70%
Dagang
30%
Manufaktur
0%
Jasa
Dagang
Manufaktur
Bidang Usaha
Ditinjau dari bidang usaha dapat diketahui bahwa perusahaan yang menjadi sampel
penelitian memiliki bidang usaha di bidang jasa sebanyak 19 perusahaan serta yang
bergerak di bidang dagang 8 perusahaan serta yang bergerak di bidang manufaktur adalah
0 perusahaan. Data perusahaan yang bergerak di bidang usaha apa saja disajikan dalam
tabel dibawah ini :
Tabel 2
Bidang Usaha Perusahaan
Bidang Usaha Jumlah %
Jasa 19 70
Dagang 8 30
Manufaktur 0 0
Total 27 10 0
Gambar 2
Bidang Usaha Perusahaan
Presentase tertinggi adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha Jasa dengan
presentase sebesar 70 % dan presentase terbesar kedua adalah 30 % yang bergerak di
bidang dagang dan yang bergerak di bidang manufaktur adalah 0 %.
Wilayah Penjualan
Ditinjau dari wilayah penjualan atau pasar yang dituju perusahaan dapat diketahui
bahwa perusahaan yang menjadi responden memiliki pasar sebagian besar wilayah
indonesia sebesar 78%, pasar indonesia dan luar negeri 22 % sedangkan pasar jawa timur
tidak ada dikarenakan responden dari kuisioner yang merespon adalah dari luar jawa
timur sehingga pasar jawa timur sebesar 0 %. Data wilayah penjualan selengkapnya
disajikan dalam tabel dan diagram di bawah ini :
Wilayah Penjualan
Jawa Timur
0%
Sebagian Besar
Wilayah
Indonesia
78%
Indonesia dan
Luar Negeri
22%
Jawa Timur
Sebagian Besar Wilayah
Indonesia
Indonesia dan Luar
Negeri
Tahun Penggunaan e-commerce
Th. 2002
11%
Th. 2003
Th. 2004 33%
41%
Th. 2005
15%
Th. 2002
Th. 2003
Th. 2004
Th. 2005
Tabel 3
Wilayah Penjualan Perusahaan
Wilayah
Penjualan
Jumlah %
Jawa Timur 0 0
Sebagian Besar
Wilayah
Indonesia
21 78
Indonesia dan
Luar Negeri
6 22
Total 27 100
Gambar 3
Wilayah Penjualan Perusahaan
Tahun Penggunaan E-commerce
Tahun dimulainya penggunaan e-commerce disajikan dalam bentuk tabel dan
diagram berikut ini:
Tabel 4
Tahun Penggunaan E-Commerce
Tahun
Penggunaan
Jumlah %
2002 3 11
2003 9 33
2004 11 41
2005 4 15
Total 27 100
Gambar 4
Tahun Penggunaan E-Commerce
Berdasarkan pada tabel dan gambar diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 3
perusahaan menerapkan e-commerce mulai dari tahun 2002, yang memulai pada tahun
2003 sebanyak 9 perusahaan, sedangkan yang memulai pada tahun 2004 sebanyak 11
perusahaan dan yang memulai pada tahun 2005 adalah 4 perusahaan.
Penggunaan Internet pada Bisnis Sejenis
semua
0%
sebagian besar
52%
sebagian keci
48%
semua
sebagian besar
sebagian keci
Berdasarkan gambar diatas dapat dijelaskan bahwa presentase terbesar 41 % dari
perusahaan yang diteliti menerapkan e-commerce mulai dari tahun 2004 sedangkan yang
memulai pada tahun 2003 adalah sebesar 33 % sedangkan yang memulai pada tahun
2005 sebesar 15 % sedangkan yang paling sedikit perusahaan memulai penggunaan ecommerce
adalah pada tahun 2002 yaitu sebesar 11%. Hal ini dapat mengindikasikan
bahwa penerapan e-commerce belum terlalu lama dipahami oleh perusahaan.
Penggunaan Internet pada Bisnis Sejenis
Dalam penelitian ini juga berusaha menggali persepsi responden terhadap
penggunaan internet pada bisnis sejenis. Hasil yang ditemukan di sajikan pada tabel dan
diagram berikut ini:
Tabel 5
Penggunaan Internet pada Bisnis Sejenis
Penggunaan
Internet
Jumlah %
Semua pesaing
sudah menggunakan
0 0
Sebagian besar
pesaing sudah
menggunakan
14 52
Sebagian kecil
pesaing sudah
menggunakan
13 48
Total 27 100
Gambar 5
Penggunaan Internet pada Bisnis Sejenis
Sedangkan diagram 5 memperlihatkan bahwa sebagian besar perusahaan pesaing
sudah menggunakan dengan presentase sebesar 52 % dan sebagian kecil perusahaan yang
Penggunaan Internet pada Bisnis Sejenis
semua
0%
sebagian besar
52%
sebagian keci
48%
semua
sebagian besar
sebagian keci
telah menerapkan internet dengan presentase sebesar 48 %. Berikut di bawah ini diagram
yang akan menjelaskan mengenai penerapan internet pada perusahaan bisnis sejenis :
Gambar 6
Sumber Daya yang Disiapkan
Suatu perusahaan jika ingin memulai sesuatu yang baru maka akan ada beberapa
hal yang dipersiapkan begitu juga sumber daya yang dipersiapkan oleh 27 perusahaan
sebagai responden seperti yang tampak pada diagram berikut ini :
Tabel 6
Sumber Daya yang Disiapkan
Jawaban Jumlah %
SDM 42 74
Teknologi 15 26
Total 57 100
Gambar 7
Sumber Daya yang Disiapkan
Pada hasil penelitian ini penjelasan dalam bentuk tabulasi tersebut tidak berjumlah
27 perusahaan dikarenakan setiap perusahaan mempunyai jawaban lebih dari satu maka
26%
74%
Teknologi
SDM
dari itu kesimpulan dari pertanyaan ini adalah bahwa setiap perusahaan mempersiapkan
SDM yang berkompeten sebesar 74% dan teknologi yang mendukung sebesar 26%
Adapun yang dimaksud oleh Sumber Daya Manusia oleh perusahaan perusahaan tersebut
adalah : bahwa ketika suatu perusahaan mempersiapkan untuk menerapkan e-commerce
maka sumber daya yang harus disiapkan yang paling penting menurut mereka adalah
Sumber Daya Manusia itu sendiri dimana sumber daya manusia itu sendiri menurut
perusahaan mencakup tenaga maintenance, operator, operator server, tenaga desain web,
teknisi jaringan. Sedangkan yang dimaksud dengan teknologi yang dipersiapkan untuk
menerapkan e-commerce disini adalah menurut perusahaan adalah teknologi yang berupa
jaringan yang luas sehingga dapat diakses dari manapun juga.
Hambatan/Kendala dalam penerapan e-commerce
Pada hasil penelitian ini penjelasan dalam bentuk tabulasi tersebut tidak berjumlah
27 perusahaan dikarenkan setiap perusahaan mempunyai jawaban lebih dari satu. Segala
sesuatu yang baru akan dijalankan pasti mempunyai suatu hambatan ataupun kendala
demikian juga perusahaan yang melakukan penerapan e-commerce mempunyai beberapa
hambatan dimana hambatan yang terbesar terletak pada sumber daya yang ada dimana
sumber daya yang ada kurang mampu untuk bersaing dalam dunia teknologi dengan
presentase sebesar 45% kemudian hambatan yang kedua adalah masalah perijinan dengan
presentase sebesar 24% dimana masalah perijinan ini menurut beberapa perusahaan
disebabkan masalah birokrasi perijinan dari lingkungan sekitar yang sangat sulit,
sedangkan yang ketiga adalah informasi mengenai e-commerce sebanyak 19% dan
berikutnya mengenai ISP sebesar 10% dimana masalah ISP disini masih belum memadai
Hambatan/ Kendala dalam Penerapan ecommerce
Perijinan
24%
ISP
10%
Sumber Daya
45%
Informasi
19%
Marketing
2% Perijinan
ISP
Sumber Daya
Informasi
Marketing
ISP yang berkompeten ataupun yang menyediakan layanan yang memuaskan ,
kuantitasnya masih sedikit dan yang terakhir adalah marketing sebesar 2%. Untuk lebih
jelasnya akan disajikan dalam tabel 7 serta diagram 8.
Tabel 7
Hambatan/Kendala dalam Penerapan
E-commerce
Jawaban Jumlah %
Sumber Daya 19 45
Perijinan 10 24
Informasi 8 19
ISP 4 10
Marketing 1 2
Total 42 100
Gambar 8
Manfaat penerapan e-commerce
Pada hasil penelitian ini penjelasan dalam bentuk tabulasi tersebut tidak berjumlah
27 perusahaan dikarenkan setiap perusahaan mempunyai jawaban lebih dari satu. Setelah
menerapkan e-commerce responden perusahaan telah memperoleh manfaat yang
dirasakan dengan penerapan e-commerce tersebut dan hal itu akan disajikan dalam
bentuk diagram serta tabel di bawah ini:
Manfaat Penerapan e-commerce
Peningkatan
Pelanggan
25%
Sarana
Promosi
16%
Kepuasan
5%
Perluasan
Jangkauan
Bisnis
16%
Kemudahan
Hub.Relasi
2%
Peningkatan
Omzet
Penjualan
31%
Peluang
Terbukanya
Bisnis Baru
5%
Tabel 8
Manfaat Penerapan
E-commerce
Jawaban Jumlah %
Omzet 18 31
Pelanggan 14 25
Perluasan Bisnis 9 16
Sarana Promosi 9 16
Terbukanya Bisnis 3 5
Kepuasan 3 5
Kemudahan Hub 1 2
Total 57 100
Gambar 9
Adapun yang menjadi manfaat terbesar adalah e-commerce dapat meningkatkan
omzet penjualan hal tersebut dapat dilihat dengan presentase sebesar 31% manfaat
berikutnya adalah peningkatan jumlah pelanggan dengan presentase sebesar 25% dan
yang berikutnya adalah perluasan jangkauan bisnis serta sarana promosi dengan 16 %
serta peluang terbukanya bisnis baru dan kepuasan pelanggan sama rata yaitu 5% serta
yang terakhir adalah kemudahan hubungan relasi yaitu hanya 2%, untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada gambar 9.
Biaya Penggunaan e-commerce
Adapun biaya yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk menerapkan e-commerce
dapat dilihat pada table di bawah ini :
Biaya Penggunaan e-commerce
3,5 Juta
12%
>4Juta
31%
>5 Juta
8%
>25 Juta
4%
Tabel 9
Biaya Penggunaan E-Commerce
Biaya Jumlah %
3.500.000 3 12
> 4.000.000 8 31
> 5.000.000 2 8
> 25.000.000 1 4
Total 27 100
Gambar 10
Adapun biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan adalah sebesar kurang dari
3.000.000 dengan presentase sebesar 45% kemudian lebih dari 4.000.000 sebesar 31%
selanjutnya > 3.500.000 presentase sebesar 12% dan berturut-turut adalah lebih dari
5.000.000 dengan 8% dan lebih dari 25.000.000 dengan 4 %
Korelasi biaya pengadaan e-commerce dan manfaatnya
Dari 27 perusahaan yang diteliti pada penelitian kali ini mutlak semuanya mengambil
keputusan bahwa biaya yang dikeluarkan seimbang dengan manfaat yang diperoleh
dengan adanya penerapan pada e-commerce. Dan hal itu dibuktikan dengan tingkat
jawaban ya dengan presentase sebesar 93% dan 7% tidak menjawab apakah seimbang
atau tidak. Untuk lebih jelasnya akan pembagian apakah biaya yang dikeluarkan
seimbang atau tidaknya akan disajikan dalam diagram 11 berikut ini.
Tabel 10
Korelasi Biaya Pengadaan E-Commerce
dan Manfaatnya
Korelasi Jumlah %
Ya 25 93
Tidak 0 0
Tidak Menjawab 2 7
Total 27 100
Gambar 11
Analisis Faktor Motif yang mendorong perusahaan menggunakan e-commerce
Setelah semua kuisioner telah terkumpul maka didapatkan beberapa faktor motif
yang mendorong perusahaan menerapkan e-commerce dalam pemasaran produknya
adapun faktor – faktor motif tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 11
Faktor-Faktor Motif
No Nama Pertanyaan 1 2 3 4 5
1 Mendapatkan Pelanggan Baru 0 0 0 37 63
2 Mengakes Pasar Global 0 0 11 33 56
3 Mempromosikan Produk 0 0 7 30 63
4 Membangun Merk 0 4 11 56 30
5 Memberikan Citra Positif pada Perusahaan 0 4 15 63 19
6 Membantu dalam bersaing dengan perusahaan besar 0 26 19 22 33
7 Membantu dalam bersaing dengan perusahaan kecil dan
menengah sejenis
7 22 22 37 11
8 Mendekatkan dengan pelanggan 0 0 0 26 74
9 Membantu komunikasi yang lebih cepat dengan pelanggan 0 0 15 22 63
10 Memuaskan pelanggan 0 0 4 41 56
11 Memberikan pelayanan tanpa batas waktu 0 0 0 11 89
12 Membantu transaksi bisnis 0 7 48 30 15
13 Mendapatkan pemasok baru 4 41 44 11 0
14 Mempermudah komunikasi dengan pemasok 7 37 30 22 4
15 Mendapatkan mitra bisnis 4 26 11 37 22
16 Mendapatkan distributor atau agen 0 30 56 11 4
17 Mengakses informasi dari pihak luar 0 22 30 37 11
Korelasi Biaya dengan manfaat
93%
0% 7%
sebanding
tidak sebanding
Tidak Menjwb
18 Penghematan biaya 11 44 37 7 0
19 Memperbaiki komunikasi internal 11 26 44 19 0
20 Membantu dalam proses penarikan tenaga kerja 30 48 11 11 0
21 Menghemat biaya pencarian tenaga kerja 41 41 11 7 0
22 Efisiensi proses bisnis 7 15 22 30 26
Berdasarkan pada tabel 11 dapat diketahui seberapa besar apa saja yang menjadi
motif bagi perusahaan untuk menerapkan e-commerce. Dimana interval skala 1 – 5
tersebut mempunyai keterangan : 1 = Sangat rendah harapan perusahaan, 2 = Rendah
harapan perusahaan, 3 = Netral, 4 = Lumayan dan 5 = Sangat tinggi harapan perusahan
Tabel 12
Faktor Faktor Manfaat
No Nama Pertanyaan 1 2 3 4 5
1 Perbaikan proses bisnis internal 0 11 52 33 4
2 Efisiensi dan efektifitas dalam berhubungan
dnegan pemasok
0 19 52 19 11
3 Kepuasan konsumen 0 0 0 26 74
4 Keunggulan bersaing 0 0 0 19 81
5 Efisiensi komunikasi internal 0 19 44 22 15
6 Citra bisnis yang positif 0 4 15 67 15
Dari data tabel 12 dimana data yang terdapat dalam tabel tersebut berupa
prosentase. Dimana dari sana dapat diketahui seberapa besar apa saja yang menjadi motif
bagi perusahaan untuk menerapkan e-commerce. Dimana interval skala 1 – 5 tersebut
mempunyai keterangan: 1 = Sangat rendah harapan perusahaan, 2 = Rendah harapan
perusahaan, 3 = Netral, 4 = Lumayan dan 5 = Sangat tinggi harapan perusahan.
Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya,
maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1. Berdasarkan analisis deskriptif faktor motif pada tabel 12 dapat disimpulkan bahwa
faktor yang melandasi perusahaan terdorong menggunakan e-commerce terdiri dari
enam faktor yaitu yang menjadi harapan tertinggi bagi para perusahaan ketika ingin
menerapkan e-commerce :
a. Mengakses Pasar global 56%
b. Mempromosikan produk 63%
c. Membangun Merk 56%
d. Mendekatkan dengan pelanggan 74%
e. Membantu komunikasi lebih cepat dengan pelanggan 63%
f. Memuaskan pelanggan 56%
2. Berdasarkan analisis yang kedua yaitu analisis deskritpif faktor manfaat pada tabel
4.13 yang diperoleh oleh perusahaan dengan adanya penerapan e-commerce terdiri
dari dua faktor yaitu yang menjadi manfaat terbesar perusahaan setelah menerapkan
e-commerce :
a. Kepuasan konsumen 74%
b. Keunggulan bersaing 81%
DAFTAR PUSTAKA
Daniel, E and Hugh Wilson, 2002, Adoption Intentions and Benefits Realised : A study
of e – commerce in UK SMEs, Journal Of Small Business and Enterprise
Development, Vol 9, No. 4.pp 331-348
Daniel, E.M and Storey, C, 1997, On – Line banking strategic and management
challenges, Long Range Planning, Vol. 30, no.6,pp. 890-898
Djarwanto dan Pangestu S, Metode Penelitian ;108
Drew, S, 2003, Strategic uses of e-commerce by SMEs in the east of England, European
Management Journal, Vol. 21, pp. 79-88
Gosh, S, 1998, Making Business sense of the internet, Harvard Business Review, March
– april, pp. 126-134
Hamill,J, and Gregory, K,1997, Internet Marketing in the Internationalization of UK
SMEs, Journal of Marketing Management, Vol 13. pp. 9-28
Hofman, D.L and Novak, 1995, How to acquire Customers on the Web, Harvard
Business Review, May – June, pp.179 – 188
Imam, Ghozali, 2001, Aplikasi Multivariate dengan program SPSS, Badan Penerbit
Universitas Diponegoro
M. Rizal Palil, 2004, The Effect of E-Commerce on Malaysian Tax System, Vol 6 no 1,
puslit.petra.ac.id diakses tanggal 10 Oktober 2005
M. Suyanto, 2003, Strategi Periklanan pada E-Commerce Perusahaan Top Dunia, Andi
Yogyakarta
Michael, E. Porter, 2001, Strategy and the Internet, Harvard Business Review, March,
pp. 63-78
Mulyadi, 2002, Auditing, Salemba Empat, Cetakan ke-1 Jakarta
Nur Inriantoro dan Bambang S, 2002, Sample dan Populasi : 115
Oviliani Yenty Yuliana, 2000, Penggunaan Teknologi Internet dalam Bisnis, Vol 2 no
1, puslit.petra.ac.id diakses tanggal 10 Oktober 2005
Poon, S and Swatman,P.M.C, 1999, An Exploratory Study of Small Business Internet
Commerce Issues, Information and Management, Vol 35, pp.9-18
Sariyun Naja Anwar, 1998, Internet dan Peranannya dalam Dunia Perbankan, Gema
Stikubank, Januari
Setyarini Santosa, 2002, E-Commerce Tantangan Kompetensi Akuntan dalam
menghadapi Isu Internal Kontrol, Vol 4 no 1, puslit.petra.ac.id diakses tanggal
10 Oktober 2005

W.J.S., 1985, Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia PW Balai Pustaka
Edisi ke VIII
Lampiran 1.
Tabel Data Perusahaan
No Nama Perusahaan Kota
1 CV Global Flora Tama Surabaya
2 The Online Retail Bandung
3 Iconsat Jakarta
4 Indoweb Store Jakarta
5 Click Book Shop Jakarta
6 Data Orion Komputer Jakarta
7 PT. Bhineka Mentari Jakarta
8 Balicom Bali
9 Boneka_Online Jakarta
10 Utama Chip Computer Jakarta
11 Ek Gadgets Centre Jakarta
12 Bendi Car 21 Jakarta
13 PT. Indonesia Gemilang Jakarta
14 PT. Boleh Net Jakarta
15 PT. Lyto Jakarta
16 PRODIGI Computer Jakarta
17 Precision Computer Jakarta
18 Baliwae Bali
19 PT. Niaga Internusa Jakarta
20 Design Electronic Circuit Bandung
21 Multi Toys Game Jakarta
22 PT. Matamata Jakarta
23 Mangga Dua Jakarta
24 Toko Viriya- Tanah Abang Jakarta
25 Home Cinema Jakarta
26 PT. Pop Media Persada Semarang
27 Air Asia Berhard Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: